Soal Nomor 1
Pembelajaran berbasis masalah (PBL) merupakan
model pembelajaran yang berfokus pada penyelesaian masalah yang relevan dengan
kehidupan nyata. Dalam pelajaran Fikih, model ini dapat digunakan untuk
mengembangkan pemahaman siswa terhadap ajaran Islam melalui studi kasus yang
berkaitan dengan nilai-nilai agama,hukum, sosial, dan moral. Sebagai guru Fikih
, Anda dapat menerapkan model PBL dalam mengajarkan topik "Makanan dan
Minuman Halal " kepada siswa di kelas. Pertanyaan: Bagaimana penerapan PBL
pada pelajaran Fikih tentang "Makanan dan Minuman Halal " dapat
membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan isu sosial? Pilih jawaban yang
paling tepat berdasarkan penjelasan Anda.
Soal Nomor 2
Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based
Learning (PJBL) adalah dua model pembelajaran yang berfokus pada pengembangan
keterampilan siswa melalui pengalaman langsung dengan masalah nyata. Meskipun
keduanya memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu pembelajaran berbasis masalah,
terdapat perbedaan dalam implementasinya. PBL lebih berfokus pada penyelesaian
masalah melalui analisis dan diskusi, sedangkan PJBL melibatkan siswa dalam
suatu proyek jangka panjang yang menghasilkan produk nyata. Dalam konteks pelajaran
Fikih, PJBL dapat diterapkan dalam proyek pembuatan modul ajaran fikih Islam
atau kegiatan sosial berbasis agama seperti gerakan zakat infak sedekah yang
melibatkan masyarakat. Sementara PBL dapat digunakan untuk menyelesaikan
kasus-kasus fikih yang berkaitan dengan isu moral, ibadah, hukum, dan sosial.
Apa perbedaan utama antara PBL dan PJBL dalam penerapannya pada pembelajaran
Fikih , dan bagaimana masing-masing model ini dapat meningkatkan pemahaman
siswa terhadap ajaran Islam?
https://drive.google.com/file/d/1ahjk1aNm_V8JTJfer5NR2OVRcYwdtn2X/view?usp=sharing

Tidak ada komentar:
Posting Komentar