Topik 4
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful learning, Meaningful Learning, and Joyful Learning)
A. Definisi
Deep Learning dalam konteks pendidikan mengacu pada pembelajaran yang mendalam dan bermakna, di mana peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks. Dalam kajian pendidikan, konsep ini sering dikaitkan dengan tiga aspek utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan perhatian penuh (mindfulness) terhadap proses belajar. Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh Ellen Langer (1989), yang menekankan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa 1) Terlibat secara aktif dan sadar dalam pembelajaran. 2) Mampu melihat berbagai perspektif dalam memahami suatu konsep. 3)Tidak sekadar menerima informasi secara pasif, tetapi berpikir kritis dan reflektif terhadap materi yang dipelajari. Prinsip utama Mindful Learning adalah menghindari rigid thinking (pola pikir kaku) dan mendorong fleksibilitas kognitif, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dan mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) adalah teori pembelajaran yang dikembangkan oleh David Ausubel (1963), yang menekankan bahwa informasi baru lebih mudah dipahami jika dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik. Pembelajaran bermakna memiliki karakteristik 1) Asimilasi Pengetahuan: Siswa menghubungkan informasi baru dengan skema kognitif yang sudah ada. 2) Relevansi Kontekstual: Materi yang dipelajari memiliki makna dan relevansi dengan kehidupan nyata. 3) Pemecahan Masalah: Siswa dapat menerapkan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan Meaningful Learning menolak pembelajaran berbasis hafalan (rote learning) yang hanya mengandalkan ingatan tanpa pemahaman mendalam.
Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan) adalah pendekatan yang menekankan bahwa pembelajaran harus menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan beban. Konsep ini didasarkan pada teori Flow dari Mihaly Csikszentmihalyi (1990), yang menyatakan bahwa pembelajaran yang optimal terjadi ketika seseorang merasa 1) Terlibat sepenuhnya (immersed) dalam aktivitas belajar. 2) Menikmati proses belajar tanpa merasa tertekan atau bosan. 3) Menemukan tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pendekatan Joyful Learning melibatkan metode interaktif, seperti game-based learning, experiential learning, collaborative learning, dan penggunaan teknologi digital untuk membuat pembelajaran lebih menarik.
https://drive.google.com/file/d/1p6obWZgvirmV3CXPrcpUnf0B2ilvZvyR/view?usp=sharing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar